Muhamad Susanto Kemerdekaan Tidak Sekadar Seremoni

August 12, 2016 7

Jakarta-(17/08/2016) - Ada yang berbeda dengan momen perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-71 tahun yang digelar oleh Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) di depan Kantor Pusat DPN Peradi, Jln. Wahid Hasyim, Menteng-Jakarta Pusat, Rabu (17/08/16).

Sosok Muhamad Susanto (59) menjadi pembeda pada acara tersebut. Mengapa tidak? Dengan hanya bermodalkan sebuah sepeda dan spirit pantang menyerah, Susanto yang juga anggota Peradi DIY Jogjakarta ini menempuh perjalanan selama 7 hari sejak tanggal 10 Agustus lalu dan akhirnya merayakan puncak HUT Kemerdekaan di Jakarta.

“Saya menikmati perjalanan hingga tujuan. Kesan dan pengalaman selama perjalanan campur-aduk. Memang tidak mudah, apalagi sendirian selama perjalanan. Spirit itulah yang menjadi harapan agar Peradi harus satu dan solid agar dapat menciptakan sejarah yang luar biasa pula,” kata Susanto saat diwawancarai.

Ia mengatakan bahwa momen peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi seremoni tahunan melainkan harus melahirkan spirit baru di tengah kehidupan bangsa.

“Spirit penegakan hukum harus menjadi roh kemerdekaan bagi segenap anggota Peradi baik di tingkat nasional maupun di daerah. Para Advokat harus tetap menjunjung tinggi akhlak hukum agar masyarakat tetap percaya pada penegakan hukum di tanah air. Kemerdekaan tidak hanya para ranah normatif melainkan terutama menyentuh realita konkrit. Selain penegakan hukum, banyak aspek yang masih terbelenggu dan belum seutuhnya merdeka. Inilah yang menjadi tugas dan tanggung jawab besar memahami kemerdekaan,” lanjutnya.

Menanggapi pesan kemerdekaan bagi Peradi baik secara internal maupun eksternal, Susanto meyakini bahwa dengan adanya penguatan dan soliditas secara internal, Peradi mampu mengubah wajah hukum menjadi lebih bermartabat dan berkeadilan sosial.

“Karakter dan komitmen setiap Advokat menjadi hal mendasar untuk perbaikan dan penegakan sistem hukum. Di tengah degradasi penerapan hukum, saatnya Peradi menunjukkan marwahnya sebagai salah satu penegak hukum yang kredibel dan berintegritas. Harus tetap menjaga komitmen bagi setiap Advokat,” ungkapnya.

Dengan merayakan momen kemerdekaan secara bersama ini, harap dia, spirit internal akan semakin terjaga yakni suasana kekeluargaan, kebersamaan, persaudaraan dan satu rumah bersama.

“Peradi harus tetap menjadi rumah bersama yang solid dan kuat bagi segenap anggota dan pengurus. Acara seperti ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan melainkan diharapkan dapat dirayakan secara berkelanjutan. Kemerdekaan dalam bidang hukum adalah wujud keadilan sosial bagi segenap masyarakat Indonesia terutama para pencari keadilan dan kesetaraan hukum. Apresiasi dan rasa bangga yang mendalam bagi segenap DPN Peradi yang telah menggelar acara ini. Semoga ke depan semakin variatif dengan melibatkan segenap elemen masyarakat,” tandasnya.

Pada acara tersebut, Susanto mendapat penghargaan khusus dari segenap DPN Peradi yang diwakili oleh Ketua DPN, Luhut MP Pangaribuan dengan memberikan cinderamata.

“Saya bangga dan termotivasi. Semoga ini menjadi spirit dedikasi pelayanan hukum bagi masyarakat. Terima kasih untuk dukungan dan penghargaan yang juga menjadi momen bersejarah dalam hidup saya sebagai Advokat,” simpulnya.**(Che)

Back to Top